Persiapan Wajib Saat Arus Balik Lebaran dengan Mobil Listrik

Perjalanan jauh saat arus balik Lebaran menggunakan mobil listrik berbasis baterai (BEV) memerlukan persiapan khusus agar tetap aman dan nyaman di jalan. Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menyarankan agar pengemudi membawa perlengkapan penting seperti kabel pengisian daya portabel, adaptor, dan toolkit khusus BEV jika tersedia. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi keterbatasan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di beberapa daerah serta perbedaan jenis soket pengisian daya.

Selain itu, akses ke aplikasi SPKLU dan nomor darurat layanan produsen mobil listrik juga perlu dipastikan sebelum perjalanan. Ini akan membantu pengemudi menemukan lokasi pengisian daya terdekat dan mendapatkan bantuan jika terjadi kendala teknis di jalan. Mengingat beberapa mobil modern tidak lagi dilengkapi dengan ban serep, membawa alat penambal ban tubeless serta kompresor udara portabel menjadi langkah bijak untuk mengatasi kebocoran kecil yang mungkin terjadi.

Tak hanya perlengkapan untuk kendaraan, pengemudi juga harus membawa perlengkapan darurat seperti kotak P3K, segitiga pengaman, dongkrak, dan senter. Kotak P3K berguna untuk menangani cedera ringan, sementara segitiga pengaman dapat memberi tanda peringatan kepada pengguna jalan lain jika mobil mengalami kendala. Dongkrak diperlukan untuk mengganti ban, dan senter membantu memberikan penerangan dalam kondisi gelap atau saat melakukan perbaikan di malam hari.

Dengan persiapan yang matang, perjalanan arus balik dengan mobil listrik dapat berjalan lebih aman dan lancar, memastikan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang hingga sampai di tujuan.